Cerpen Seram

Kumpulan Kisah Cerita Cerpen Seram Di Dunia Nyata dan Hantu

Cerpen Seram – Seringkali cerita seram tidak selalu menyeramkan namun ada juga kisah seram yang lucu entah itu di dunia nyata. Hantu memang ada dan kita harus meyakini itu, serta keikut sertaan jin terhadap masalah yang kita hadapi juga cukup besar. Maka dari itu hendaknya kita senantiasa meminta perlindungan kepada Alloh Ta’ala.

Kumpulan Cerita Seram

Cerpen Seram
Cerpen Seram

 

Judul: Napasku Ada Di Hatimu
Oleh: Erin

Sepintas lalu aku melihat bayangan ibu memenuhi kedua bola mataku, bagaikan episode cerita layar tv tiga puluh lima inchi.

Entahlah semenjak ayah pulang kandang, wajah ibu kembali hadir mengisi acara dimensi ruang kegetiran. Sedang ayah mulai gemar merangkai katakata tanpa judul.

Kadang ujung jariku ingin menikam-nikam tubuh ayah agar kehadirannya raib dari dunia bergantikan dengan senyuman ibu di surga.

Awalnya ayah hanya mengikuti jejak manusia malam, kemudian menggelutinya dan ketagihan, hingga lupa akan sebuah kata hati. Bahkan melewati batasannya, ayah melupakan norma dan dogma, terlalu asik dengan uang hingga nyawa bagaikan kenikmatan terindah dari bait puisinya.

Kini dia pulang setelah lama berpetualang dalam jeruji besi, agak kurang waras. Acapkali melihat wajah ibu, masih kulihat binar wajahnya haus darah, entah mengapa aku masih hidup dan ayah tak pernah menyentuh parang di hadapanku.

Sudah setahun ibu terbungkus bumi. Jumat ini aku sedikit ngilu, sebab masih teringat kejadian tempo hari, di mana sebuah nyawa harus tumbang di hadapanku. Lalu aku meracik bumbu untuk ibu, kali ini aku ingin ibu hadir.

Dari celah daun jendela aku melihat ayah bersama wanita lain, mereka sangat gembira, aku kemudian mendekat, Ya Allah … itu aku sama ayah dan … mengapa …?

Jauh dari bilik rumah kulihat ibu membawa pedang dan segera memenggal kepalaku.

“Dasar biadap ….!”

“Ibu ….!”

“Ternyata kalian clbk, hai Murni ternyata kau sudah mengambil tubuh anakku untuk hidup dan bercinta dengan suamiku.”

Aku terhenyak, meraba tubuh … ah ternyata aku sudah menjadi bayangan.

Ibu aku sudah menjadi penghuni kuburan, mengapa? Bukankah ibu yang terbungkus bumi lebih dahulu? Ibu ….!

Jakarta, 23 Juli 2017.

Leave a Comment