kumpulan contoh puisi singkat pendidikan

1001 Contoh Kumpulan Puisi Pendek Dengan Berbagai Tema

Kumpulan Puisi Pendek – Seringkali membuat puisi membutuhkan sebuah ide agar menghasilkan karya yang bisa dinikmati banyak orang. Berikut ini contoh berbagai puisi singkat bertema Pendidikan, Cinta, Romantis, Kehidupan, Keluarga, Romantis, Islami dan Bikin Baper.

Kumpulan Puisi Pendek

kumpulan contoh puisi pendek
henridaros.wordpress.com

Berjudul “Apa Kabar Mei”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Hai mei!

Apa kabarmu?

Sudahkah mengemas pagi?

Lihat ibu kota!

bahunya sudah lusuh
datanglah mei
bersihkan korupsi
bubarkan sekolah
berinisial tipu daya
membodohi mata.

Dan lihat kamboja!
dia buta aksara
tetapi Tuan malah tertawa
puas mengupas bahasa
membuncitkan perut anda.

Lalu di mana pendidik bersemayang?
jika masih ada wajah tolol di udara
sedang spanduk sudah terpasang
apakah moto hanya sebuah kata.

Hai ini jantung kota!
miris bukan, sebab masih terbaca pengembala cacing
merasuk ke tengah arena
tanpa harga diri, berlukis telanjang.

Jakarta, 2 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek Tentang Cinta

Contoh kumpulan puisi pendek
bemuslimahcom.blogspot.com

Berjudul “Rasa Yang Tertinggal”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Rasa berlarian, samar-samar, membentuk sebuah warna
mengabu pada derit nada ponsel yang memabukan
hingga ritme udara menguap ke dalam batok kepala yang kosong
sekosong kotak misteri masa, dia bermain pada tangga nada mayor.

Lalu haruskah kehilangan sebuah tanda tanya?

Di antara malam panjang menjemukan terdiam sembunyi untuk merahasiakan jejak kerinduan Mei, dia meretas dengan irama sempurna.

Pada akhirnya kulipat matamu
keduanya mengoyak kalbu
dan riak tawa bibirmu membuat rindu-rindu terbunuh.

Memainkan rasa pada batang helaian daun
samar-samar tapi berupa kepastian jejak langkah
kemudian memutar balik arahnya
sebab melangkah maju perlu perjuangan panjang.

Jakarta, 1 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek Tentang Kasih Sayang

kumpulan contoh puisi singkat

Berjudul: “Lelakiku”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Rasa itu masih tersisahkan
geliatmu membentuk ruang dalam.jiwa
sulit melepas kalimat
sebab indahmu terukir raga.

Lelaki mayaku
hilangmu meraibkan senyuman
aksara terakhir perwujudan doa
beralaskan sunyi pengharapan.

Aku tergeletak menggigil
mengulas kata bermajas
yang kemudian menumbangkan persendian
hingga remuk, luluh lantah
aku terkapar, sungguh.

Jakarta, 31 Juli 2017.

Contoh Puisi Pendek Tentang Rindu

kumpulan contoh puisi singkat pendidikan

Berjudul “Perindu Mati Di Ujung Harap”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Adalah kau, pemuja cinta di atas kebisingan kata bermain
melambung tinggi menuju dasar hati
menghias wajah pada kolom berjarak spasi
lalu menguburnya bagai prasasti.

Gerakmu telah sekarat di ujung batu
mengenang perjalanan singkat penuh warna
serupa punuk merindu rembulan
tersekat kalimat pengakhiran.

Entahlah ….
kekosongan ini menguliti jiwa
hingga rajaraja menertawai kebodohan
sebab ruang aksara bisu
memenggal arti kehadiran.

Jakarta, 31 Juli 2017.

Contoh Puisi Pendek Tentang Hujan

kumpulan contoh puisi singkat

Berjudul “Hujan Kemarin”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Tak seharusnya ruang rindu kau tutup
pada permukaan cermin kemarin
lalu tertinggal dalam lipatan memori
dengan irama kematian.

Sedang napas itu masih mengalir
lalu terbuang paksa dalam riuhnya kalimat dalam angan.

Sebelum membelah kata
simaklah sebuah hati
agar perjalanan tak lagi bersuara dingin.

Aku masih memandangimu melewati celah yang tak kau tau
begitu pedih kamar sunyi yang dulu kita rayakan keberadaannya
tempat kita berujar mimpi
perangi paham dan basa basi.

Entahlah musim sudah berganti
wajahmu tak lagi mengupas bahasa
dan kita benarbenar mati dalam pemutusan arah
hanya patahan hujan pengingat suara dini menyambut alam.

Jakarta, 29 Juli 2017.

Contoh Puisi Pendek Tentang Rembulan

kumpulan contoh puisi pendek

Berjudul “Rembulan”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Adakah setitik harapan
di antara gelombang air laut
yang mempermainkan kehidupanku, hingga napasnya berlumuran darah.

Rembulan ….
lihatlah aku sudah menepi
namun, mengapa matamu tak melihatku. Wajahmu telah parkir di mataku serupa patung
diam dan selalu ada.

Hai … cobalah lihat rupaku!
penuh rasa dalam aliran darahku, tetapi ….?
goresan kalimatmu membuatku jatuh berulang.

Apakah ini?
sisa malam dalam cangkir kopi
sepah dan pahit
hingga aku kunangkunang.

Jkt, 2 Agustus 2017

Contoh Puisi Pendek Tentang Kehidupan

kumpulan contoh puisi singkat

Berjudul “Pasir Putih”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Hai bibir pantai yang menyuarakan keheningan
kabarkan pada angin
untuk melukiskan wajah pasir putih di lampung ini
ke berbagai belahan bumi
di mana terlahirnya benih benih puisi
bersemayang.

Dia terdapat dekat ibu kota
berjarak dua kilo meter
pesonanya
mengubur kepedihan atas lukaluka yang mematikan sel sel dalam tubuh.

Hai kehidupan yang bermain api!
adakah kelayakan tempat pengisi bait bait rindu
di mana secangkir kopi
dapat mengalirkan kalimat
dengan tercapainya kelayakan
pada rutinitas koran
dengan kesempurnaan kata
terbingkai indah dan matang.

Sebab ada keinginan untuk singgah
melepas beban
lalu terlena, tanpa ganguan musim
pengoyak tubuh
keseharian
pada lembaran lain jalur sebuah napas
hingga memaki perjalanan.

Hei aku ingin menghidupkan puisi di tanah lampung ini, bolehkah tuan?

Jakarta, 14 Juli 2017

Contoh Puisi Pendek Tentang Sedih

kumpulan contoh puisi pendek

Berjudul “Perkebunan Kopi”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Kucuran hujan membasahi tubuhku
di lereng gunung, perkebunan kopi
musim ini, membuat rasaku menyelinap, dalam aroma bubuk kopi, yang telah kusimak terkemas, senja ini.

Sedikit cemas hadir pada wajah sajak, sebab biji kata baru saja kulepas mengembara, menuju kediaman kumpulan kalimat bersuarakan. Prihal kepulangannya kuserahkan pada waktu dan arah angin.

Sedang di ujung malam, masih kuracik kuntum puisi, sambil menikmati tetesan wedang kopi pembawa buah pikiran untuk melukis perjalanan, kali ini.

Jakarta, 29Juli 2017.

kumpulan contoh puisi pendek

Berjudul “Biji-biji Kopi Cinta”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Kucuran hujan menenggelamkan rasaku
untuk meneguk kopi
dalam wajah kecemasan
berupa lamunan biji biji rindu, belum sempat terpaket dalam kenangan
aromanya sudah menjauhi kampung halaman.

Sedikit bercerita bingkisan lampung, dengan beberapa lembaran sajak melepas kalimatnya untuk berpetualang. Juga helaian batang pengupas kangen

Dan dia datang
Memulai kisah
Di antara suatu hal
Yang kemudian menjadi bangkai

Sajakku baru saja lepas
setelah lama terkubur
dalam mesiu cinta
bongkahan asa
tanpa napas.

Berlariku
mengikuti rute kematian
kemarin
meniduri bangku kosong sebelahmu
terhenyak jebakan, sekali lagi mengulang.

Jakarta, 3 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek Kesedihan

kumpulan contoh puisi singkat

Berjudul “Detak Napasmu”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Entahlah!
ingin sekali hadir dalam wajahmu
seandainya jiwa ini tak berulang rapuh
hanya kepingan kebodohan
tertinggal dari bait kejujuran.

Adakah masa memihak makna
sedang riuhnya ruang memacu amarah
kalimat seumpama kosong
menjadi kuburan kisah kesedihan
dan aku meretaskan air mata dungu
sebab katakata kakukaku
sudutmu memancing api
retaskan gerimis di ujung mata malam.

Jakarta, 2 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek Kehidupan Sehari-hari

kumpulan contoh puisi pendek

Berjudul “Amplop Melayang”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Tuan, harga kami sedikit perih
ketika layanan membuai di lautan katakata
miris, kami serupa permainan kesibukan
di antara rel kebodohan ini, Tuan!

Kemudian amplop melayang
jatuh tepat di wajah kami
indahnya, tapi sayang … penuh kesengsaraan
si awam hanya berujar, “Asik”. Tanpa mengetahui rahasianya.

Tuan, bualan anda sungguh renyah
demi ambisi, menghancurkan kalimat
membuat tangis jelata pecah lalu menyumpahi
namun, tuan hanya tertawa angkuh
tanpa menyadari kuasa Allah.
Tuan jaga perut buncitmu, bumi bersuarakan kebencian.

Waspadalah tuan!
perut kerontang itu doanya memecah langit.
salam untukmu dan amplop yang melayang.

Jakarta, 2 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek Islami

kumpulan contoh puisi pendek
Kumpulan Puisi Pendek

Berjudul “Kepadamu Ya Allah”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Dilaut pesisir aku menantikan perjalanan
tentang cinta yang bergejolak dalam dada
melahirkan keteledoran jejak langkah
di mana tersimpannya surga bersemayang
tempat terakhit sebuah alamat kebaikan bersarang.

Kemudian morgana menyihir
membutakan dan melupakan sujud
sebab indahnya mengubur rohani
menjadi kematian pondasi.

Sejak kemarin ingin meringkas rencana
kembali kubatalkan, berulang dan mengulang
cuaca ini menjadi getir kebodohan
melepas dogma dan norma.

Ya Alah. Aku perlu pintu dan kunci
untuk memenggal kehancuran kisah
dan memulangkan catatan
untuk kembali datang ke pangkuan-Mu
Ya Rab.

Jakarta, 29Juli 2017.

Kumpulan Puisi Puisi Pendek

kumpulan contoh puisi pendek
Kumpulan Puisi Pendek

Berjudul “Amalia”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Dear sayangku yang terbentuk dari patahan hujan
aku menyentuh dasar hatimu untuk sebuah perjuangan
di mana pintu yang tertuju tak beralamatkan sebuah cahaya
bahkan tak nampak oleh panca indra.

Namun … bukankah bahagia itu sederhana?
memainkan nada nada, berseru pada alam bahwa kita adalah jejak kaki penikmat hidup,
biarlah usang dari sebuah lembar
sebab ulasan kata kesedihan adalah sebagian rasa kita pada pemberian.
Sedang Allah sudah begitu banyak memberi, dan kita masih enggan memahami suratNya.

Dear sayang, tersenyumlah,
agar pesonamu lebih indah dari mata alam,
lalu lihatlah warna pada dasar laut yang siap menelan aneka sajian.

Berlombalah dengan rasa sedihmu untuk menunduk,
sebab napas itu adalah kuburan cerita kehidupan.

Sayang …
matahari masih ada untuk kita songsong,
marilah berjalan dengan tawa penghias hari
sebab damai tercipta dari ninabobomu pada keputusasaan masa.
berjuanglah!
hadapi semua dengan langkah tegarmu menuju hari esok.

Jakarta, 19 juli 2017.

Contoh Puisi Pendek Tentang Alam

kumpulan contoh puisi pendek
Kumpulan Puisi Pendek

Berjudul “RESAH DI UJUNG PAGI”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Pagi yang indah
Denting nada bersuarakan nada kehidupan
Di mana ruang waktu berputar
Mengitari jejeran nyawa tak berspasi
Nun jauh di sana ….
Keteduhan memaksa raga untuk kembali
Mengupas derit langkah kaki

Kemudian menyibak helaian kata
Luar biasa
Basah basah, patah tulang
Mati di lautan mimpi

Terutas jemari pematik senjata
Dialah pemicu keserakahan
Merajai morgana
Yang hanya berupa irama kematian.

Jakarta, 3 Agustus 2017.

Contoh Puisi Tema Cinta

kumpulan contoh puisi pendek
Kumpulan Puisi Pendek

Berjudul “Biji Doa”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Kupasan waktu mengalir
denyut nadi bergeliat cepat
manakala surya menyapa di ufuk mata
menancap pada relung jiwa
akan sebuah kehampaan.

Benang ini terlalu merah
untuk kupersembahkan
dan biji biji doa
mabuk sepenggal kata
sempoyongan
bisingnya memecah langit
yang serupa autologi
penat dalam petikan kosong.

Entah, menatapmu hanya berupa langit biru
tanpa spasi ruang jedah
di mana sosok mengabur
bersama debu kenangan semusim.

Jakarta, 3 Agustus 2017.

Contoh Puisi Singkat

kumpulan contoh puisi pendek
Kumpulan Puisi Pendek

Berjudul “Negeri Autologi”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Harapan, tergantung di dadaku
perihal bentuknya, hanya lembar asa
pada jungkit jungkit hampa
hingar bingarmu tak bernapas
penantian serupa patung bernyawa.

Tanah ini hasil perjuangan
pembentukan ikrar anak anak Negeri
dan darah leluhur
pemersatu nusantara.

Kini hanya serpihan pahitmu tak tersisakan
menghilang di telan ombak
tercengang aku pada lautan
begitu asin, mual mual.

Jkt, 3 Agustus 2017.

Contoh Puisi Pendek Kasih Sayang

kumpulan contoh puisi pendek
Kumpulan Puisi Pendek

Berjudul “Negeri Autologi”
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Ah … rasa ini
mengalir dalam denyut nadi
mengklisekan wajahmu
sekilas berwujud keindahan.

Sekali lagi desahmu mampir dalam irama
keresahanku memanjat naik menuju langit bahagia
sesaat saja
aku terlena, sungguh
gelora ini memukul hulu dadaku
membentuk senyawa dalam lamunan panjang
jejakmu masih tertinggal dalam bait puisiku.

Ah gejolak ini
melemahkan pijakanku
ruang rindu semakin terpicu.

Jakarta, 31 Juli 2017

Semoga Puisi yang kami tulis di blog ini dapat menjadi inspirasi untuk anda ketika ingin membuat kumpulan puisi singat atau pendek yang dapat dinikmati pembaca.

Contoh Puisi Pendek

kumpulan puisi pendek
kumpulan puisi pendek

Berjudul “Ratapan Malam”
Oleh: Miftah Aulia

Aku melabuhkan pena ke garis putih
Sebuah buku bermotif merah jambu milik pengisi hati
Bercerita diawal rembulan
Menutup celah dari pelipis mata
Aku sulit terpejam!
Belaianku terjaga pada jam-jam malam
Meratap merayap terpekur di bawah kasur kapuk
Terus terbayang mata cicak berpasang dua menggeliat pesona
Mereka penuh harap bercinta menunggui mangsa
Tergugu melihatnya memandang iri penghuni hulu jiwa

Lampung, 31 Juli 2017

Contoh Puisi

kumpulan puisi pendek
kumpulan puisi pendek

Berjudul “Bangun”
Oleh: Miftah Aulia

Meletup hingga lebur
Mata bulat jatuh di sendu pagian
Bukalah wahai mata kekasih
Sayup kering merongrong telinga panas
Bangun sayang bangun katanya
Aku tergelalak menyentuh kulit lembut
Oh sang pangeran aku lah putri surgamu

Di Ranjang megah kita tersandar Tulisan iseng oleh anak tetangga
Melekat menyemat di besi besi tua
Ah, tak apa katanya
Ia dan daku tetap mesra
Merangkai balutan kasih padahal sudah siang
Ini bukan lagi tengah malam
Ini bukan lagi pagi buta
Melihat menatap matahari naik di ubun ubun
Aku terbangun hari kesiangan

Lampung, 1 Agustus 2017

Contoh Puisi Pendek Agama

kumpulan puisi pendek
kumpulan puisi pendek

Berjudul “Muadzin”
Oleh: Miftah Aulia

Memeluk peluh dalam titis air hina
Menjadikan segumpal bening arti kehidupan
Arti cinta euforia jiwa yang membuana
Air tumpah dari keran di ujung kamar pengap dan bau
Di sana lah tertiup syahdu menilisik kumandang

Kutanggapi sekian juta punuk terlelap
Satupun mereka tak mengisi saf ibadah
Oh Tuhanku jatuhkanku pada bangun kecintaan
Yang membawa benih sholeh serta garis kesholehan
Ia calon imam, bukan sekadar pendamping tidur
Ia menyusun barisan nyaman di depan dan terjaga was was di belakang

Meniup beberapa kalimat Tuhan
Berdesah merintih menyebut temaram
Diantaranya takut sebuah kehancuran
Malah sakit perih ketika tetangga mencibir tiada guna
Bukan! Bukan teroris
Ia penegak barisan subuh menantang lelap
Ayahku muadzin kami

Lampung, 2 Agustus 2017

Contoh Puisi Ramadhan

Contoh puisi pendek
Contoh puisi pendek

Judul: Bulan Umatku
Penulis: Nur Kurdiati Debila

 

Hanya ada satu makna dalam hati

Menari bersama bising pagi dan untaian kalimat rindu

Pengandaian yang kubuat seperti halnya dalam naungan tabir putih

Melangkah anggun

 

Berlari kaki-kaki kecil

Merangkak dengan senyum merekah

Dan ibu mereka membelai surai

Dengan bisikan yang membuat mata itu berbinar

Hadiah menanti menjelang senja.

 

Halnya aku dapat menguntai rasa

Kenangan

Berjubel tanya

Juga airmata, yang menggenang separuh malam

 

Munajat cinta keagungan masa

‘Ini adalah bulannya umatku’

Sang putra padang pasir

Munajat cinta keagungan masa untukmu

 

Suci, sesuci telaga al-kautsar

Bening jernih, penghapus dahaga selama-lamanya

‘hanya untuk umatku’

Cuci lisan juga amal

 

Takbir menggema, langit hingar bingar bertabur kembang

Masjid pe nuh dengan wajah berseri

Dalam hati terucap kesejukan

Janganlah ramadhan ini, kusia-siakan

Kumpulan Puisi Singkat

kumpulan puisi singkat
kumpulan puisi singkat

Judul: Dia Bernama Bayangan
Oleh: Lailatul Hanik Wahyu Oktafia

Bayangan demikianlah dia bernama

Tetap utuh meski dirobek itulah dia

Tetap berdiri disana meski diinjak-injak demikianlah dia

Tetap mengikuti meski berusaha dibuang berulangkali

Dia tetap ada dimanapun kita berada kecuali bila cahaya menghilang

Namun siapa yang tahu bila gelap menghampiri dimana saat itu bayangan tak muncul, bayangan tengah tersedu

Bayangan tengah mengobati lukanya diam-diam ketika cahaya memberinya kesempatan untuk menghilang

Bayangan berulang kali meminta cahaya untuk membiarkannya tetap menghilang

Akan tetapi cahaya tetap pada takdirnya yaitu terus bersinar

Dan bayangan pun tetap pada takdirnya tetap bernama bayangan

Tampak tegar, tampak menyebalkan, tampak menganggu

Namun siapa yang tahu bila dia pun ingin berhenti menjadi  bayangan???

Contoh Puisi Singkat

BAYANGAN MAYA

Aku menenggelamkan pikiran pada derit nada ponsel sedikit ingatan menjarah liar merasuk tubuh
pada lintasan kepala ini
ya ini … pada lintasan kepala.

Acapkali aku setumpuk debu, kotor dan terbuang
namun kadang serupa Einstein di kaki bukit Mahameru.
entah, berulang kali layangkan tanya bentuk dan rupa.

Aku juga sering menunggu
pada hamparan hutan nada
di jembatan itu ….
Penghubung mayaku berlabuh.

Dan bila larut malam terbilang
aku bertukar mimpi dalam bayang.

Sedang biji kopi tak pernah dapat kukemas dan kupaket kedalam sajian alam.

Jakarta, 27 Maret 2017.

Contoh Puisi Singkat

Judul: RINDU

Pagi ini kulihat wajahmu menyentuh sajadah
dengan gerimis, tersebab rencana memburam
berkisah antara seberangmu dan seberangku pemisah jarak.

Tentang keberangkatan kemarin, mengurai tanya, akan hidup yang berjarak kelipatan.

Sejak terusir dari seruputan kopi
nyawa terasa mengapung, di antara batas cakrawala.

Namun ratusan kilometer tak menyurutkan pandangan, masih membekas dalam lipatan memori.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi Singkat

Judul: TENTANGMU

Menemukanmu dalam kesakitan, menuhankan batang kalimat dari setiap rintih
menyembahnya bagai patung-patung suci persembahan
lalu tenggelam di laut kesunyian bersama isak tangis.

Kemudian hutan berseru lantang
tentang aroma pagi, penebar benih bersama kumpulan bunga
meringkas perih yang menggunung dan meniadakannya

Jakarta, 28 Maret 2017.

Kumpulan Puisi Terpendek

Judul: BERPULANG
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Aku terkapar
beralamatkan kalimat resah
menangis di atas sajadah
memulangkan kisah.

Sedang pohon kehidupan, meneriakkan pernyataan semangat menguliti hati
basah basah.

Rumitnya perjalanan terkupas pagi.

Jakarta, 28 Maret 2017.

Contoh Puisi Pendek

Judul: PELEPASAN
Oleh: Erin Endang Aprilliani

Terlahir, berjalan, berpulang ketanah
persingahan terakhir
serpihan kelabu, perlahan menghilang.

Orang tua sudah abadi
haturkan dedoa
pada bait bait ketulusan

Bersama batang kalimat menyerukan keikhlasan.

Jakarta, 28 Maret 2017

Leave a Comment