Contoh Puisi Romantis

Kumpulan Puisi Romantis dan Cinta Yang Menyentuh Hati dan Bikin Baper

Kumpulan Puisi Romantis – Berikut ini adalah contoh puisi cinta untuk kekasih yang menyentuh hati. Puisi ini boleh anda kirim kepada orang tersayang,sehingga bisa menyentuh hati mereka.

Kumpulan Puisi Romantis

Kumpulan Puisi Romantis
Kumpulan Puisi Romantis

Judul: BE(RUBAH)LAH
Karya: Anistia Nurfazria

 

Aku termangut dalam sepi

Menyibak sebuah makna arti

Dalam jangkauan letih, masih tetap menanti

Yang pernah terikat suatu kata janji

 

Kesempatan bak mutiara sekarang kau miliki

Tak terpikirkah ‘tuk merekap diri ?

Kupercaya bukan suatu ilusi

Memang tak pernah terpikir dalam imajinasi

 

Tak pernah ku minta kau berderma

Tetaplah ikuti ritme dalam rima

Tak ingin hati ini berhinggap rasa kecewa

Tak ingin percaya ini berujung pada phobia

 

SMA Negeri 1 Way Jepara, 24 Juli 2017

Contoh Puisi Romantis Pendek

Contoh Puisi Romantis
Contoh Puisi Romantis

Judul:  Sajak-sajak Kerinduan
Karya: Anistia Nurfazria

 

Bersama dersikan keheningan sepertiga malam

Menggidik sajak rindu yang teramat dalam

Sangat dalam, sedalam-dalam rindu dalam diam

Tertelakup diantara lembayung yang menggeram

Tak kutulis, tak kuobral, yang kubidik agar kau faham

 

Satu harap sebelum digencar alam abadiah

Gemercik rinaian di wajah tak lagi mengindah

Sajak rindu tak terabak atas nama Lillah

Perlahan pasti kau menelaah

Karena binar indah mu tak mungkin kujarah

 

Sajak-sajak kerinduan mustahil menyenja

Selagi perasa hati melobi sang pemiliknya

Agar di tetapkan dalam keputusan yang sama

Kedamaian terasa merasuk jejak di jiwa

Karena bersajak bersama dalam doa

Contoh Puisi Romantis Kasih Sayang

Contoh Puisi Romantis
Contoh Puisi Romantis

Judul: Telepati Hati
Karya: Anistia Nurfazria

 

Teruntuk saudaraku, Akhi Muhamad Jauhari

Bersama hembusan debu dan badai

Lorong yang panjang aku jajaki

Ingin melampaui batas namun tak jua bertitik

Tanpa alat komunikasi hanya tersedia telepati

Lantas tertutupi selimut debu yang menderu

 

Dalam setiap tapakan, kutanyakan pada setiap insan

Hanya menggeleng membisu

Tatapan nanar dijelujurkan agar ciut mentalku

Menerka-nerka diriku dikata mustahil bertemu

 

Penjara suci kan kutemui hingga ujung

Aku tertatih-tatih mengikuti lilin kala ditegakan

Redup tapi membantu menuju mimpi

Disanalah tempat pangeran terakhirku disenyapkan

Ku yakin jiwanya membawa lilin yang lebih terang

Untuk berpetualang bersamanya

 

Wahai pangeran nan takzim

Bimbinglah aku setakzim dirimu

Dengan lilin dari penjara suci, lilinku semakin redup

Tak mampu untuk menapaki lorong-lorong waktu nan sempit itu

Contoh Puisi Romantis Bikin Baper

Kumpulan Puisi Romantis
Kumpulan Puisi Romantis

Judul: Secerca Cinta
Karya: Anistia Nurfazria

Seberkas cahaya senja nan syahdu

Gemerlap nanar bola matanya menjinakan lembayung pemalu

Memalingkan pandangan kala yang haram melalui retina matamu

Lidahku keluh, senyumku terlanjur kaku

Tak bisa kubantahkan perasaan yang membiru

 

Aku tak ingin salah merealisasikan rasa

Secerca cahaya senja bercahaya dibalik gulita

Tergores secuil prosa tentang cinta

Walau hanya sebilah rasa yang bersabda

Menjadi pengembang rasa jika sajak cinta dibuaikan

 

Seberkas harapan membunuhku

Kemudian memunculkan rasa rindu

Kupublikasikan rasa yang tak pernah kelabu

Bukan padanya daku ejakan kata puitis nan romantis

Dihamparan permadani bertahtakan Illahi bergelimang kenyataan

Contoh Puisi Cinta Negara

Kumpulan Puisi Romantis
Kumpulan Puisi Romantis

Judul: Harga Mati
Karya: Anistia Nurfazria

 

Bila nasionalis tak lagi mengindah

Coba sibak remang yang lalu

Tak ingin menenggak darah

Namun cawan tak menghalau

 

Ihwal teragedi kelam bersemebak

Kembali bertunas tatkala berbuah

Lalu kemanakah arah tangan-tangan kreatif ?

Mengadah ke samping, bocor ke atas

Memanglah tak ingin dinanti

 

Mutiara bangsa tak nampak pada peraduannya

Tertimbun dalam semak belukar

Tak menyadar sejari ulah sejuta bunga

Sejari masalah seribu nila

 

Negeri ini tandus nan gersang

Bunga-bunga muda enggan mekar

Bunga-bunga tua padahal telah layu

Angin barat telah berhembus kepada negeri

Atas nama globalisasi, lantas bisa sesuka hati ?

Leave a Comment