persepsi yang perlu diluruskan dalam melaksanakan ibadah haji

Persepsi yang Perlu Diluruskan Dalam Melaksanakan Ibadah Haji atau Umroh

Persepsi Ibadah Haji atau Umroh – Dalam menjalani kehidupan di tengah-tengah masyarakat, tentunya sudah menjadi hal yang umum akan adanya mitos ataupun klenik. Beragam rumor yang terjadi disekitar kita entah dibuat sengaja ataupun tidak yang pasti hal tersebut dapat mengakibatkan dampak yang buruk. Tak terkecuali dengan ritual ibadah umroh ataupun haji.

Banyak sekali dijumpai bahwa ada sekelompok orang yang memiliki persepsi atau pandangan yang salah berkenaan dengan haji dan umrah. Salah satunya adalah menunda melaksanakan ibadah umroh ataupun haji dengan alasan takut miskin.

Sekiranya anda bisa mengerjakannya lebih cepat justru hal tersebut jauh lebih baik. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu abbas  r.a, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Barangsiapa yang seharusnya pergi haji maka percepatlah (Hr abu Dawud, Attarghib)

Dalam artikel ini kami akan membahas berkenaan dengan pandangan atau persepsi yang perlu diluruskan dalam melaksanakan ibadah haji ataupun umroh:

  1. Belum ada panggilan untuk haji dan umroh

persepsi yang perlu diluruskan dalam melaksanakan ibadah haji atau umroh

Banyak sekali masyarakat yang mengira bahwa belum ada seruan untuk melakukan ibadah haji dan umroh. Sesungguhnya seruan untuk melakukan ziarah ke baitulloh sudah diseruan sejak zaman nabi Ibrahim Alaihi Salam pada saat Alloh memerintahkan Nabi Ibrahim Alaihi Salam untuk membangun kembali Kabah. Setelah Ka’bah sudah jadi maka Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyeru umat manusia untuk datang berkunjung ke baitullah.

Dan serulah manusia untuk berhaji, mereka datang kepadamu dengan berjalan dan berkendaraan unta yang telah kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh (Qs Al Hajj:27)

Maka dari itu jamaah haji dan umroh yang berkunjung ke Arab Saudi dianjurkan untuk memperbanyak mengucapkan talbiyah yang berbunyi :

Labbaika allohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. innal hamda wan ni”mata laka wal mulka laa syariilak.

artinya:

Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Alloh, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi pangilan-Mu. Sesungguhnya segala puji nikmat, dan segenap kekusaan adalah Milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Talbiyah tersebut sebenarnya adalah jawaban dari seruan nabi Ibrahim di atas.

  1. Masih terlalu muda untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh

persepsi yang perlu diluruskan dalam melaksanakan ibadah haji

Perlu diketahui bahwasanya ibadah Umrah dan Haji merupakan ibadah yang terbilang cukup berat untuk dilakukan oleh setiap umat muslim. Maka dari itu selagi masih muda dan mampu dalam hal ekonomi akan jauh lebih baik dilakukan saat usia masih terbilang masih muda.

  1. Masih merasa banyak dosa

persepsi yang perlu diluruskan dalam melaksanakan ibadah umroh

Ada juga sebagian masyarakat yang menunda untuk pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan haji atau umroh dikarenakan masih merasa memiliki banyak dosa yang belum diampuni Allah Ta’ala. Dengan melaksanakan Ibadah haji dan umroh justru akan menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat di masa lalu.

Seberapapun dosa yang kita miliki entah itu setinggi gunung uhud atau sebanyak buih dilautan selagi kita mau bertobat kepada Allah, maka Alloh akan mengampuni dosa-dosa kita. Bukankah Allah Ta’ala Maha Pengampun? terlebih lagi jika kita mengiringinnya dengan melakukan ibadah di Tanah Suci.

Ingatkah anda? Apabila Alloh menerima haji atau umroh yang anda kerjakan maka tidak ada balasan yang lain selain surga sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga (Mustafaq alaih, misykat)

  1. Haji dan umroh yang mabrur bukan haji wisata

persepsi yang perlu diluruskan dalam ibadah haji atau umroh

Jauh sebelum anda ingin berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, sebaiknya perbaiki dahulu niat anda pergi ke Tanah Suci. Mengingat banyak sekali para jamaah yang senantiasa mengumbar foto di depan Ka’bah dan menggunakan caption bijak yang seolah-olah ingin menunjukan bahwasanya dia pernah pergi ke Tanah Suci.

Jangan sampai anda sudah mengeluarkan tenaga dan biaya besar namun pahala yang seharusnya anda dapatkan justru tidak anda dapatkan dikarenakan niat yang salah.

Dalam surah AlBaqarah (2) ayat 196 Alloh swt berfirman:

Wa atimmu hajja wal umrata lilaah

artinya:

Dan sempurnakanlah haji dan umroh(mu) karena Alloh semata.

  1. Ibadah haji dan umroh akan mengurangi tabungan

persepsi yang perlu diluruskan saat ibadah haji atau umroh

Takut miskin dikarenakan melaksanakan ibadah haji dan umroh merupakan sebuah persepsi salah yang harus diluruskan. Bukankah sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim untuk mengeluarkan harta yang kita miliki untuk berjuang dijalan Alloh. Bukankah juga kelak diakhirat kita akan dimintai pertanggung jawaban atas harta-harta yang kita miliki.

Apabila kita mengeluarkan harta untuk senantiasa beribadah dengan ikhlas karena Allah Ta’ala. Sudah pasti Alloh akan menggantinya dengan jauh yang lebih baik.

Dalam Alquran Alloh Ta’ala berfirman:

Barang apa saja yang nafkahkan Alloh akan menggantinya dan Dialah pemberi rezki yang sebaik-baiknya (Qs 34:39)

Di sebuah hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Masud r.a, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

Ikutlah antara ibadah Haji dan umroh karena keduanya menghilangkan kefakiran  dan dosa sebagaimana api pandai besi  menghilangkan karat pada besi,dan menghilangkan kotoran  emas dan perak. (Hr Tirmidzi, Nasai, Misykat)

  1. Menunggu “mampu” dulu baru berangkat Haji dan umroh

persepsi yang diluruskan dalam ibadah haji atau umroh

Semua orang diberi kemampuan oleh Alloh untuk melakukannya namun banyak orang yang belum mau untuk melakukannya. Apabila anda sudah berniat dengan sungguh-sungguh dengan tekad yang kuat untuk bisa berangkat haji dan umroh, maka atas izin Allah anda bisa berangkat dalam waktu dekat.

Berniat tanpa melakukan tindakan nyata juga termasuk hal yang kurang tepat. Jika anda sudah berniat maka awali usaha anda dengan menabung sedikit demi sedikit, rupiah demi rupiah yang anda kumpulkan, kelak akan bisa anda gunakan untuk berangkat haji dan umroh

  1. Saya ingin haji tapi daftar tunggunya lama banget ya? kalau umrah…umroh kan cuma sunnah?

persepsi yang harus diluruskan dalam ibadah haji atau umroh

Apabila kita masih menganggap ibadah sunnah merupakan ibadah yang tidak perlu dikerjakan, maka ditakutkan anda enggan untuk melaksanakan ibadah-ibadah yang sunnah. Padahal jika dicermati baik-baik ibadah sunnah lebih banyak daripada ibadah wajib.

Sebagai contoh ibadah sholat. Semua umat muslim sepakat bahwa ibadah sholat merupakan ibadah wajib. Namun diantara ibadah wajib terdapat ibadah sunnah yang lebih banyak, misalnya solat sunnah rawatib, solat sunnah tahyatul masjid, solat sunah wudhu, dan lain sebagainya.

Maka dari itu jangan menganggap remeh ibadah yang sunnah-sunnah. Selagi anda mampu mengerjakan ibadah wajib dan sunnah maka kerjakan semua. Raih pahala sebanyak mungkin untuk mendapatkan Surga Allah Ta’ala.

Leave a Comment