Tempat Wisata Danau Ampar Di Bangka Belitung

Keindahan Tempat Wisata Danau Ampar Di Bangka Belitung

Tempat Wisata Di Bangka Belitung – “Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau. Sambung-menyambung menjadi satu, itulah Indonesia.” Sesuai dengan lirik dari lagu tersebut, Negara Kepulauan Republik Indonesia tersusun oleh 17.508 pulau yang berjajar dari Sumatera hingga Papua, dan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Tempat Wisata Danau Ampar Di Bangka Belitung

Tempat Wisata Danau Ampar Di Bangka Belitung
Tempat Wisata Danau Ampar Di Bangka Belitung

Selain kaya akan wilayah, Indonesia juga kaya akan alamnya, baik dalam aspek sumber daya maupun destinasi wisata. Contohnya, Candi Borobudur di Magelang, Jawa Timur dan Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang ditetapkan sebagai wujud keajaiban dunia, serta Danau Ampar di Desa Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbentuk pada 21 November 2000 dengan total luas wilayah 18725,14 kilometer persegi, merupakan salah satu produsen terbesar komoditas ekspor dunia, yakni timah dan lada. Sayangnya, provinsi ini tak begitu dikenal oleh khalayak, entah karena alasan geografisnya atau karakteristiknya yang kurang menonjol. Oleh karena itu, di sinilah peran utama Danau Ampar untuk mengangkat nama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di kancah nasional.

Danau Ampar yang disebut juga “Red Hill”, dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat dalam 30-45 menit dari pusat kota. Selain dikejutkan oleh dahsyatnya danau, di sini wisatawan juga diberi bonus berupa bukit pasir berwarna putih dan area berlapis tanah liat berbelah-belah yang sekilas nampak gersang.

Awal mulanya, destinasi wisata ini dilabeli sebagai bencana, dikarenakan adanya perkiraan bahwa Pulau Bangka akan tenggelam pada beberapa tahun mendatang oleh maraknya kegiatan penambangan timah. Hipotesis ini tidak muncul begitu saja, tetapi didukung kuat oleh alasan sederhana yang begitu logis.

Aktivitas penambangan timah ini meninggalkan lubang-lubang yang amat lebar dan dalam di setiap titik permukaan bumi. Tidak seperti bencana di hutan yang dapat diatasi dengan sistem tebang pilih, tebang tanam, dan reboisasi, “camoy” –sebutan penduduk Pulau Bangka untuk lubang galian timah– dibentuk tanpa mengenal tempat dan upaya perbaikan. Jelas saja! Siapa yang rela meluangkan waktunya untuk hal yang berkemungkinan besar sia-sia seperti itu, dan dengan cara apa perbaikan itu ditempuh?

Seiring berjalannya waktu, prospek masyarakat akan keberadaan “camoy” berubah. Air galian timah yang biasanya berwarna kuning kecokel-cokelatan berubah warna menjadi hijau, biru, bahkan kombinasi keduanya, yakni hijau kebiru-biruan. Apabila menginginkan “camoy” dengan air berwarna hijau kebiru-biruan, wisatawan dapat berkunjung ke Danau Ampar, apabila menginginkan “camoy” dengan air berwarna hijau dan atau biru, wisatawan dapat berkunjung ke Danau Kaolin.

Danau yang satu ini juga terletak di Bangka Belitung, tepatnya di Jalan Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan. Untuk berkunjung ke sini, wisatawan harus rela kendaraannya dikotori oleh tanah jalanan yang belum di aspal, juga debu yang melayang-layang dibawa angin.

Tapi, jangan khawatir! Semua perjuangan akan terbayarkan ketika sudah menapakkan kaki di destinasi ini. Hamparan pasir putih nan lembut yang memanjakan kaki dan air dua warna yang berkilauan dapat dijadikan latar foto yang menarik. Sangat disayangkan apabila wisatawan yang datang tak dapat mengabadikan momen menakjubkan ini.

Di destinasi ini, wisatawan diizinkan untuk berenang dalam “camoy”. Namun, mengingat “camoy” yang tidaklah cetek, dan kandungan dari airnya yang kemungkinan berbahaya dan beracun, sebaiknya wisatawan yang tidak bisa berenang menjaga jarak dari tepi “camoy” dan tidak membasuh atau mengenakan airnya ke tubuh.

Secara keseluruhan, destinasi wisata ini sangat direkomendasikan. Terlebih karena akses keluar-masuknya yang tidak dipungut biaya. Dan bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke sini, sangat disarankan agar pergi ketika cuaca cerah atau ketika matahari tengah bersinar. Karena apabila pencahayaannya kurang mendukung, warna air danau yang bukan bening ini tak akan nampak sempurna. Selamat berkunjung!

Leave a Comment